Pemberantasan buta aksara menjadi fokus perhatian dinas pendidikan kabupaten Bogor. Apalagi pada tahun 2009 ditargetkan masyarakat kabupaten Bogor harus sudah bebas buta aksara atau buta huruf. Untuk merealisasikan target itu, Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Bogor Drs .H Muhammad lukman, MM, M Si mengumpulkan penilik pendidikan Luar sekolah ( PLS ) dan petugas kecamatan se Kabupaten Bogor.
?Kita sengaja mengundang para penilik PLS dan Kasie kesos kecamatan yang tersebar di 40 kecamatan untuk membahas pemberantasan buta aksara. Kita targetkan bahwa pada tahun 2009 ini penduduk kabupaten Bogor harus bebas dari buta aksara? kata Kadisdik saat memberikan pengarahan di depan puluhan penilik PLS dan Kasie Kesos Kecamatan di Gedung serbaguna I, rabu ( 22 / 10 )
Dalam praktek dilapangan, kata Kadisdik penilik PLS dan petugas kecamatan harus menyertkan nama, alamat lengkap, dan foto saat mendata penyandang buta aksara. Ini dilakukan untuk mengetahui jumlah penderita buta aksara yang ada di Kabupaten Bogor secara valid. ?Data lengkap itu segera disampaikan ke Dinas Pendidikan untuk di data kembali sebagai bahan acuan buta aksara yang akan di berantas,? jelas Kadisdik
Menurut Kadisdik dalam memberantas percepatan buta aksara di kabupaten Bogor, Dinas Pendidikan sudah melaksanakan kerjasama dengan perguruan tinggi. Bahkan, sejumlah mahasiswa dikerahkan untuk sama sama mendata penduduk buta aksara. Langkah lain memanfaatkan dan mengoptimalkan elemen masyarakat mulai dari tingkat kabupaten sampai rukun tetangga (RT)
?Melalui rapat rapat pemberantas buta aksara ( PBA ) tingkat kabupaten sampai RT kita optimalkan. Kita juga bekerjasama dengan oorganisasi mesyarakat seperti LSM, madia massa, ormas islam, PKK, organisasi propesi dan lainnya. Pokoknya pada tahun 2009 Kabupaten Bogor bebas dari buta aksara.? Papar Kadisdik.
Berdasarkan data, sisa garapan pembersantasan buta aksara di Kabupaten Bogor pada tahun 2007 sekitar 87 ribu penduduk usia 15 tahun ke atas. Karena itu pada tahun 2009 jumlah penyandang buta aksara akan diberantas sampai tuntas. Target pelaksanaanya, kata Kadisdik 100 hari masa keraja bupati baru pada tahun 2009 atau sekitar kurun waktu 3 bulan, akan diberantas sebanyak 34 ribu dari 87 penduduk buta aksara usia 15 tahun ke atas. Sisanya atau sebanyak 53 ribu penduduk buta aksara, lanjut Kadisdik akan di berantas pada tahun 2009.
Sementara kepala Bidang Dikluspora Disdik Kabupaten Bogor, Drs Agus Abdullah menjelaskan, adalam kurun waktu 4 tahun Dinas Pendidikan telah menurunkan atau memberantas buta aksara usia 10 tahun ke atas. Faaktor keberhasilan ini tidak lepas dari kesaadaran penduduk dan kerjasama perguruan tinggi, organisasi wanita, LSM, dan UPTD dalam melaksanakan program keaksaraan fungsional.
?Hasil pembelajaran keaksaraan fungsional dapat diaplikan oleh warga belajar terhadap pembangunan khususnya di tingkat desa dan kelurahan. Dampak lain, adanya perubahan pengetahuan, keterampilan dan sikap warga belajar di tengah-tengah masyarakat,? jelasnya.
Untuk memberantas buta aksara, kata Kabid Dikluspora, program yang kini berjalan adalah meningkatnya keberadaan taman bacaan masyarakat. ?Ini sebagai upaya pemeliharaan kemampuan keaksaraan warga, sehingga kemampuan warga akan tumbuh lagi,? tandasnya.
Tags: buta aksara, KADISDIK KAB .BOGOR DRS. H MUHAMMAD LUKMAN MM.M.Si, pembersantasan buta aksara, pendidikan Luar sekolah











